Assalamu’alaikum Teman-Teman :)
Selamat datang di blog Liana :)
Oke, kali ini materi yang akan dibahas
adalah Media Pembelajaran Kolase Daun Kering, Sangat menarik bukan?
Sebelum masuk ke materi inti,
sebaiknya kita memahami terlebih dahulu apa itu media pembelajaran dan kolase.
Media pembelajaran secara umum adalah
alat bantu proses belajar mengajar. Segala sesuatu yang dapat dipergunakan
untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau ketrampilan
pebelajar sehingga dapat mendorong
terjadinya proses belajar. Batasan ini cukup luas dan mendalam mencakup
pengertian sumber, lingkungan, manusia dan metode yang dimanfaatkan untuk
tujuan pembelajaran / pelatihan.
Sedangkan menurut Briggs (1977) media
pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran
seperti : buku, film, video dan sebagainya. Kemudian menurut National Education
Associaton(1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana
komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi
perangkat keras.
Sudah paham bukan apa itu media
pembelajaran?
Lalu apa sih manfaat dari media
pembelajaran ini?
Hamalik (1986) mengemukakan bahwa
pemakaian media pengajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan
keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan
belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa.
Secara umum, manfaat media dalam proses
pembelajaran adalah memperlancar interaksi antara guru dengan siswa sehingga
pembelajaran akan lebih efektif dan efisien. Tetapi secara lebih khusus ada
beberapa manfaat media yang lebih rinci Kemp dan Dayton (1985) misalnya, mengidentifikasi
beberapa manfaat media dalam pembelajaran yaitu :
1. Penyampaian
materi pelajaran dapat diseragamkan.
2. Proses
pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik.
3. Proses
pembelajaran menjadi lebih interaktif.
4. Efisiensi
dalam waktu dan tenaga.
5. Meningkatkan
kualitas hasil belajar siswa.
6. Media
memungkinkan proses belajar dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja.
7. Media
dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar.
8. Merubah
peran guru ke arah yang lebih positif dan produktif.
Selain beberapa manfaat media seperti
yang dikemukakan oleh Kemp dan Dayton tersebut, tentu saja kita masih dapat
menemukan banyak manfaat-manfaat praktis yang lain. Manfaat praktis media
pembelajaran di dalam proses belajar mengajar sebagai berikut :
1. Media
pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat
memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar.
2. Media
pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat
menimbulkan motivasi belajar, interaksi yang lebih langsung antara siswa dan
lingkungannya, dan kemungkinan siswa untuk belajar sendiri-sendiri sesuai
dengan kemampuan dan minatnya.
3. Media
pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang dan waktu.
4. Media
pembelajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang
peristiwa-peristiwa di lingkungan mereka, serta memungkinkan terjadinya
interaksi langsung dengan guru, masyarakat, dan lingkungannya misalnya melalui
karya wisata. Kunjungan-kunjungan ke museum atau kebun binatang.
Apa
itu Kolase?
Kolase adalah komposisi artistik yang
dibuat dari bermacam-macam bahan, seperti kertas, kain, kaca, logam, kayu, dan
lainnya yang ditempelkan pada permukaan gambar. Kolase adalah karya seni rupa
dua dimensi yang menggunakan bermacam-macam macam paduan bahan.
Bagaimana
dengan Media Pembelajaran Kolase Daun Kering?
Pendidikan SD terutama kelas rendah
sering memanfaatkan bahan-bahan alam dalam pembuatan suatu kreasi. Bahan alam
adalah bahan-bahan yang berasal dari alam yang dapat diolah menjadi
barang-barang yang bermanfaat bagi penggunanya. Begitu juga dalam hal pembuatan
kreasi di lingkungan SD. Bahan-bahan alam bisa ditemukan dimana pun dan kapan
pun. Bahan-bahan alam contohnya adalah batu-batuan, kayu, ranting, biji-bijian,
daun-daun kering, pelepah, bambu, bunga, batang padi, dan bahan-bahan lainnya.
Ada 3 tujuan utama, mengapa pendidik SD sering menggunakan bahan alam sebagai
bahan pembuat kreasi bagi anak-anak didiknya.
Tujuan dari penggunaan bahan alam
adalah:
1. Memperkaya
dan menambah alat bermain dan alat peraga dalam pembelajaran.
2. Memotivasi
guru untuk lebih peka dalam mengoptimalkan lingkungan sekitar untuk dijadikan
sebagai media bermain.
3. Murah,
mudah dan tersedia.
Dalam membuat kolase daun kering,
dibutuhkan bahan-bahan yang mudah didapat yaitu:
1. Daun
kering
2. Lem
fox
3. Kertas
bekas sampul makalah
4. Gunting
Sangat mudah didapat bukan?
Salah satu contoh pembuatan kolase daun
kering yaitu kolase berbentuk ikan. Kolase dari daun kering berbentuk ikan
sangat mudah dibuat karena bentuk tubuh ikan dan daun-daunan itu mirip oval.
Baiklah, sekarang mari kita ikuti langkahnya satu per satu.
Langkah-langkah
membuat prakarya kolase ikan dari daun kering
Berikut ini adalah langkah-langkah
membuat kolase ikan seperti gambar di atas, dari bahan daun-daun dan ranting
kering yang ada di sekitar kita.
1. Dalam
kolase ikan ini, dapat menggunakan daun rambutan, daun sirsak, daun asoka
(kembang jarum), dan beberapa ranting kering belimbing wuluh. Pada prinsipnya,
daun apapun boleh digunakan. Sama sekali tidak ada batasan.
2. Kumpulkan
daun-daun yang masih hijau, atau daun kering, atau yang baru menguning.
Perhatikan dalam memilih daun, agar selalu memilih yang tidak robek atau
berlubang-lubang karena dimakan ulat.
3. Setelah
daun dikumpulkan, daun mungkin perlu diratakan dengan menggunakan setrika, agar
mudah ditempel pada kertas dasar kolase. Gunakan beberapa helai kertas sebagai
alas dan pelapis daun agar tidak bersentuhan langsung dengan setrika.
4. Aturlah
letak daun-daun tersebut.
5. Pertama-tama
letakkan daun rambutan yang berukuran cukup besar di tengah kertas dasar
kolase. Ini akan berfungsi sebagai badan ikan.
6. Letakkan
sekitar 5 atau 6 helai daun asoka (bunga soka) pada sisi atas dan sisi bawah
badan ikan untuk membuat sirip.
7. Gunting
sehelai daun sirsak untuk membentuk kepala dan bagian ekor. Sesuaikan ukurannya
dengan ukuran daun rambutan.
8. Buat
mata ikan dengan menggunting daun lain, dengan warna yang berbeda untuk mata.
Kita juga dapat menggunakan kertas atau kapas untuk ini.
9. Tambahkan
sungut ikan yang dibentuk dari tangkai daun kering belimbing wuluh sebanyak dua
buah pada sisi perut ikan.
10. Nah,
prakarya kolase ikan dari daun kering kita sudah selesai. Ikan apa itu ya?
Seperti ikan gurame kan?
11. Untuk
mempercantik, kita dapat menyusun beberapa helai atau beberapa robekan daun
kering lainnya untuk membuat bentuk tanaman air.
12. Jadilah
sudah prakarya dari daun kering berbentuk kolase ikan gurame, lengkap dengan
tumbuhan airnya. Bagus bukan?
Selain bentuk ikan, daun kering juga
dapat dikreasikan menjadi koalse dengan berbagai macam bentuk yang unik. Dengan
begitu, kreativitas siswa akan terlatih dan penggunaan bahan-bahan sekitar
sebagai media pembelajaran dapat dimaksimalkan.
Demikian cara membuat media pembelajaran
kolase daun kering. Semoga bermanfaat!!
Wassalamu’alaikum teman-teman, tetap
semangat yaa!!:)
-Liana-










