Selasa, 26 November 2019

Media Pembelajaran Kolase Daun Kering


Assalamu’alaikum Teman-Teman :)

Selamat datang di blog Liana :)

Oke, kali ini materi yang akan dibahas adalah Media Pembelajaran Kolase Daun Kering, Sangat menarik bukan?

Sebelum masuk ke materi inti, sebaiknya kita memahami terlebih dahulu apa itu media pembelajaran dan kolase.

Media pembelajaran secara umum adalah alat bantu proses belajar mengajar. Segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau ketrampilan pebelajar  sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar. Batasan ini cukup luas dan mendalam mencakup pengertian sumber, lingkungan, manusia dan metode yang dimanfaatkan untuk tujuan pembelajaran / pelatihan.

Sedangkan menurut Briggs (1977) media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku, film, video dan sebagainya. Kemudian menurut National Education Associaton(1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras.

Sudah paham bukan apa itu media pembelajaran?

Lalu apa sih manfaat dari media pembelajaran ini?

Hamalik (1986) mengemukakan bahwa pemakaian media pengajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa.
Secara umum, manfaat media dalam proses pembelajaran adalah memperlancar interaksi antara guru dengan siswa sehingga pembelajaran akan lebih efektif dan efisien. Tetapi secara lebih khusus ada beberapa manfaat media yang lebih rinci Kemp dan Dayton (1985) misalnya, mengidentifikasi beberapa manfaat media dalam pembelajaran yaitu :
1.      Penyampaian materi pelajaran dapat diseragamkan.
2.      Proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik.
3.      Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif.
4.      Efisiensi dalam waktu dan tenaga.
5.      Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa.
6.      Media memungkinkan proses belajar dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja.
7.      Media dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar.
8.      Merubah peran guru ke arah yang lebih positif dan produktif.

Selain beberapa manfaat media seperti yang dikemukakan oleh Kemp dan Dayton tersebut, tentu saja kita masih dapat menemukan banyak manfaat-manfaat praktis yang lain. Manfaat praktis media pembelajaran di dalam proses belajar mengajar sebagai berikut :
1.      Media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar.
2.      Media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar, interaksi yang lebih langsung antara siswa dan lingkungannya, dan kemungkinan siswa untuk belajar sendiri-sendiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya.
3.      Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang dan waktu.
4.      Media pembelajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa-peristiwa di lingkungan mereka, serta memungkinkan terjadinya interaksi langsung dengan guru, masyarakat, dan lingkungannya misalnya melalui karya wisata. Kunjungan-kunjungan ke museum atau kebun binatang.

Apa itu Kolase?

Kolase adalah komposisi artistik yang dibuat dari bermacam-macam bahan, seperti kertas, kain, kaca, logam, kayu, dan lainnya yang ditempelkan pada permukaan gambar. Kolase adalah karya seni rupa dua dimensi yang menggunakan bermacam-macam macam paduan bahan.

Bagaimana dengan Media Pembelajaran Kolase Daun Kering?

Pendidikan SD terutama kelas rendah sering memanfaatkan bahan-bahan alam dalam pembuatan suatu kreasi. Bahan alam adalah bahan-bahan yang berasal dari alam yang dapat diolah menjadi barang-barang yang bermanfaat bagi penggunanya. Begitu juga dalam hal pembuatan kreasi di lingkungan SD. Bahan-bahan alam bisa ditemukan dimana pun dan kapan pun. Bahan-bahan alam contohnya adalah batu-batuan, kayu, ranting, biji-bijian, daun-daun kering, pelepah, bambu, bunga, batang padi, dan bahan-bahan lainnya. Ada 3 tujuan utama, mengapa pendidik SD sering menggunakan bahan alam sebagai bahan pembuat kreasi bagi anak-anak didiknya.

Tujuan dari penggunaan bahan alam adalah:
1.      Memperkaya dan menambah alat bermain dan alat peraga dalam pembelajaran.
2.      Memotivasi guru untuk lebih peka dalam mengoptimalkan lingkungan sekitar untuk dijadikan sebagai media bermain.
3.      Murah, mudah dan tersedia.

Dalam membuat kolase daun kering, dibutuhkan bahan-bahan yang mudah didapat yaitu:
1.      Daun kering
2.      Lem fox
3.      Kertas bekas sampul makalah
4.      Gunting
Sangat mudah didapat bukan?

Salah satu contoh pembuatan kolase daun kering yaitu kolase berbentuk ikan. Kolase dari daun kering berbentuk ikan sangat mudah dibuat karena bentuk tubuh ikan dan daun-daunan itu mirip oval. Baiklah, sekarang mari kita ikuti langkahnya satu per satu.

Langkah-langkah membuat prakarya kolase ikan dari daun kering

Berikut ini adalah langkah-langkah membuat kolase ikan seperti gambar di atas, dari bahan daun-daun dan ranting kering yang ada di sekitar kita.
1.      Dalam kolase ikan ini, dapat menggunakan daun rambutan, daun sirsak, daun asoka (kembang jarum), dan beberapa ranting kering belimbing wuluh. Pada prinsipnya, daun apapun boleh digunakan. Sama sekali tidak ada batasan.
2.      Kumpulkan daun-daun yang masih hijau, atau daun kering, atau yang baru menguning. Perhatikan dalam memilih daun, agar selalu memilih yang tidak robek atau berlubang-lubang karena dimakan ulat.
3.      Setelah daun dikumpulkan, daun mungkin perlu diratakan dengan menggunakan setrika, agar mudah ditempel pada kertas dasar kolase. Gunakan beberapa helai kertas sebagai alas dan pelapis daun agar tidak bersentuhan langsung dengan setrika.
4.      Aturlah letak daun-daun tersebut.
5.      Pertama-tama letakkan daun rambutan yang berukuran cukup besar di tengah kertas dasar kolase. Ini akan berfungsi sebagai badan ikan.
6.      Letakkan sekitar 5 atau 6 helai daun asoka (bunga soka) pada sisi atas dan sisi bawah badan ikan untuk membuat sirip.
7.      Gunting sehelai daun sirsak untuk membentuk kepala dan bagian ekor. Sesuaikan ukurannya dengan ukuran daun rambutan.
8.      Buat mata ikan dengan menggunting daun lain, dengan warna yang berbeda untuk mata. Kita juga dapat menggunakan kertas atau kapas untuk ini.
9.      Tambahkan sungut ikan yang dibentuk dari tangkai daun kering belimbing wuluh sebanyak dua buah pada sisi perut ikan.
10.  Nah, prakarya kolase ikan dari daun kering kita sudah selesai. Ikan apa itu ya? Seperti ikan gurame kan?
11.  Untuk mempercantik, kita dapat menyusun beberapa helai atau beberapa robekan daun kering lainnya untuk membuat bentuk tanaman air.
12.  Jadilah sudah prakarya dari daun kering berbentuk kolase ikan gurame, lengkap dengan tumbuhan airnya. Bagus bukan?

Selain bentuk ikan, daun kering juga dapat dikreasikan menjadi koalse dengan berbagai macam bentuk yang unik. Dengan begitu, kreativitas siswa akan terlatih dan penggunaan bahan-bahan sekitar sebagai media pembelajaran dapat dimaksimalkan.












Demikian cara membuat media pembelajaran kolase daun kering. Semoga bermanfaat!!
Wassalamu’alaikum teman-teman, tetap semangat yaa!!:)

-Liana-